Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Direktorat Bina Ketahanan Remaja menyelenggarakan Kelas Gerakan Ayah Teladan K/L (GAT-link) dengan tema “Ayah Wajib Hadir”. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi ASN laki-laki di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN dan dilaksanakan secara daring pada Senin, 22 Juni 2026 melalui Zoom Meeting dan YouTube Live.
Latar belakang kegiatan ini berangkat dari data Pendataan Keluarga 2025, yang menunjukkan bahwa 25,8% keluarga di Indonesia mengalami kondisi fatherless. Data juga menunjukan hanya 37,17% anak usia 0–5 tahun yang diasuh oleh kedua orang tua secara bersamaan. Fakta tersebut menegaskan masih rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Padahal, peran ayah sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara emosional, sosial, maupun kognitif.

Sejumlah narasumber dari internal maupun eksternal Kemendukbangga/BKKBN turut meramaikan Kelas Gerakan Ayah Teladan, di antaranya pengantar kelas GAT-link oleh Nopian Andusti, Deputi KSPK, serta arahan dari Budi Setiyono, Sekretaris Utama BKKBN. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Rafael Aditya Marjoto (Psikolog) dengan materi “Regulasi Emosi Ayah” dan Rizki Tajuddin (Praktisi Lingkar Ayah Indonesia) yang membawakan materi “Menjadi Panutan dalam Pengelolaan Emosi Positif bagi Anak”. Melalui GAT-link, BKKBN ingin mendorong kesadaran bahwa ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga teladan dalam pengelolaan emosi dan pendampingan anak.
Melalui kegiatan ini, ASN laki-laki di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN diharapkan semakin memahami pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan pendampingan remaja. Dengan regulasi emosi yang baik dan keterlibatan aktif, ayah dapat menjadi teladan dalam keluarga, sehingga tercipta keluarga yang berkualitas dan berketahanan. Hal ini sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, di mana keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi unggul. (nps)